Kamis, 28 November 2013

Rahasia




Ada Tips Ni Kalo Mau Pinter Matematika :
 
1.   Perpanjang Sujud dan Puasa

Dalam keadaan yang tidak stabil, perubahan kedudukan akan turut membantu memulihkan kesehatan. Dalam keadaan sujud, di mana posisi jantung lebih tinggi dari kepala membuat aliran darah mudah menuju ke kepala. Darah yang berisi oksigen itu memang sangat dibutuhkan oleh otak guna mengoptimalkan fungsinya. Karena itu, memperpanjang sujud, khususnya pada salat tahajud, akan memberikan kesempatan kepada otak memenuhi kebutuhan oksigen secara maksimal. Selain itu, sujud dalam kedaan semua anggota tubuh beristirahat sangat membantu memperbaiki kestabilan. Sedangkan puasa berfungsi menekan otak untuk melakukan pengimbangan memory. Hal ini dapat dilihat ketika seseorang berpuasa, otak akan banyak mengeluarkan omega 3 yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel saraf. Di samping itu, puasa dapat menurunkan kadar kortisol dan memperbaiki mekanisme pelepasan kortisol. Kortisol dalam aksinya akan mencegah/menahan penggunaan glukosa oleh hipokampus, menghambat transisi sinapsis dan menyebabkan neuron/sel saraf luka (injury) serta kematian sel. Puasa juga dapat menurunkan level lipid peroksidase, yaitu suatu enzim yang dapat menghasilkan radikal-radikal bebas dan meningkatkan level dehidroepiandrosteron, yaitu suatu hormon yang penting untuk optimalisasi fungsi otak. Tidak mengherankan jika Rasullulah berkata bahwa puasa itu menyehatkan



2.  Perbanyak Latihan otak

Yang dimaksud dengan latihan otak adalah memberikan stimulasi kognitif, seperti berdiskusi tentang topik aktual, mengisi teka-teki, main catur, bermain Rubik’s, Bermain musik atau berkesenian, dapat membantu mempertahankan kemampuan kognitif. Latihan tersebut mendorong berkembangnya dendrit dan meningkatnya plastisitas sistem syarat pusat.



3.  Permen Karet

Penelitian yang dilakukan Baylor College of Medicine melibatkan 108 siswa, 52 perempuan dan 56 laki-laki usia 13 hingga 16.Mereka dibagi dalam dua kelompok yang menguyah permen karet dan yang tidak, dalam pelajaran matematika. Setelah 14 pekan, semua siswa melakukan ujian. Yang mengunyah permen karet menunjukkan nilai matematikanya naik 3%. Sementara hasil ujian akhir juga menunjukkan kenaikan secara signifikan, dibandingkan yang tidak mengunyah permen. Namun begitu belum ada kesimpulan mengapa hal itu bisa terjadi. “Beberapa peneliti menyimpulkan tingkat stres yang lebih rendah, menjadikan lebih bisa fokus dan menjelaskan mengapa mengunyah permen meningkatkan fokus dan konsentrasi,” kata Craig Johnston PhD, dosen di Baylor College of Medicine. Dia menambahkan penelitian itu menunjukkan potensi mengunyah permen terhadap prestasi akademik dalam kehidupan nyata.


4Coklat
Penelitian mendapati senyawa yang terdapat di coklat dan disebut flavanols sangat membantu dalam melakukan tugas perhitungan matematika. Zat itu juga bisa mengurangi perasaan lelah, serta kekeringaan mental. Demikian penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Psychological Society Inggris. Prof David Kennedy dari Northumbria University yang merupakan penulis kedua laporan itu mengatakan, coklat sangat membantu tugas yang berhubungan dengan mental. Penemuan itu menunjukkan pelajar yang makan coklat, saat menghadapi ujian bisa mendapat nilai tinggi. Flavanols merupakan bagian senyawa kimia yang disebut polyphenols dan bekerja meningkatkan aliran darah ke otak. Penelitian itu dilakukan pada 30 sukarelawan yang harus mengerjakan tugas menghitung mundur 3 angka antara 800 hingga 999 yang dihasilkan oleh komputer. Penemuan itu menunjukkan relawan bisa menghitung lebih cepat dan lebih tepat setelah minum coklat.Namun hasilnya berbeda saat mengerjakan tugas hitung mundur 7 angka karena lebih rumit dan membutuhkan bagian otak yang berbeda.Penelitian itu juga mendapati rasa lelah melakukan perhitungan lebih kecil saat diberi minuman coklat, meskipun melakukan secara berulang kali selama berjam-jam,,

POST BY :
Rumah Pintar As Shaff Tebing Tinggi
085273225509-081919314431-08527610871





Kamis, 21 November 2013

32 negara yang tampil di Piala Dunia 2014

Montevideo : Setelah Uruguay unggul atas Yordania dengan aggregate 5-0 dalam babak playoff, maka genap sudah 32 negara yang akan berangkat ke Piala Dunia 2014 di Brasil. Babak kualifikasi Piala Dunia 2014 dimulai sejak 15 Juni 2011. Ada 203 negara ikut dalam babak kualifikasi yang terbagi dalam enam zona konfederasi, yakni Eropa (UEFA), Asia (AFC), Afrika (CAF), Amerika Utara dan tengah, karabia (CONCACAF), Amerika Selatan (CONMEBOL) dan Oseania (OFC).Selama kualifikasi ada 824 pertandingan digelar dan Uruguay kontra Yordania menjadi laga terakhir. Uruguay bergabung dengan Meksiko, Portugal, Kroasia, Yunani dan Prancis sebagai negara yang terakhir lolos.32 negara kini harap-harap cemas menunggu drawing penempatan grup penyisihan yang akan dilangsungkan pada 6 Desember mendatang di Bahia, Brasil.

Berikut 32 negara yang tampil di Piala Dunia 2014:
1. Aljazair
2. Argentina
3. Australia
4. Belgia
5. Bosnia dan Herzegovina
6. Brasil (tuan rumah)
7. Kamerun
8. Chile
9. Kolombia
10. Costa Rica
11. Kroasia
12. Ekuador
13. Inggris
14. Prancis
15. Jerman (juara bertahan)
16. Ghana
17. Yunani
18. Honduras
19. Iran
20. Italia
21. Pantai gading
22. Jepang
23. Meksiko
24. Belanda
25. Nigeria
26. Portugal
27. Rusia
28. Korea Selatan
29. Spanyol
30. Swiss
31. Amerika Serikat
32. Uruguay
33.INDONESIA (mari kita berdoa)
(@muhammadzen)

Senin, 18 November 2013

Harus Rajin Corat-coret

Cara Gampang Belajar Matematika

Harus Rajin Corat-coret WAKTU ditanya pelajaran apa yang paling sulit dan bikin pusing, pasti semua kompakan menjawab matematika. Pendapat tentang sulitnya belajar matematika memang bukan hal yang baru. Soalnya, dari zaman dulu sampe sekarang matematika masih dianggap pelajaran sulit yang memusingkan.
Tapi youngsters, sebenarnya matematika bukan pelajaran yang sulit loh. Setidaknya itu pendapat para maniak yang hobi mengutak-atik rumus ini. Bahkan, untuk bisa mahir memecahkan soal matematika, nggak harus punya IQ tinggi. Sebab, yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk terus berlatih, berlatih dan berlatih….
“Orang yang pintar pun kalo nggak melatih kemampuan mengutak-atik rumus juga akan menganggap matematika itu sulit. Padahal sebenarnya matematika itu mudah dan menyenangkan,”terang Pak Albastomi, Ketua Batam Mathematics Club.
Biar kamu-kamu suka dengan matematika, ternyata caranya nggak sulit loh. Menurut Pak Tomi, biar matematika menyenangkan jangan pernah menganggap pelajaran ini sebagai beban. Selain itu, kamu- kamu juga harus sering latihan menggerakkan pena di atas kertas alias corat-coret. Gampang kan?
“Matematika, walaupun bisa dimengerti waktu dilihat dan dibaca tapi kalo nggak diikuti dengan corat- coret nggak akan menyenangkan. Jadi corat-coret itu jadi hal yang penting dan wajib untuk dilakukan,”ungkapnya.
Kalo kamu-kamu udah suka ama matematika, kamu akan lebih mudah menguasai pelajaran yang lain. Secara, matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan. The Math is the Queen of Science. Bahkan ada postulat yang mengatakan bahwa barangsiapa bisa menguasai matematika, ilmu lain akan jadi lebih mudah untuk dikuasai.
Masih menurut pak Tomi yang juga pemilik Lembaga Bimbingan Belajar Eksakta Albastomi, kalo ilmu matematika sudah dikuasai, kamu-kamu sama aja udah menguasai 50 persen ilmu fisika, 50 persen ilmu kimia, dan 50 persen ilmu statistik. Waah… seru banget….


Kuliti Dulu Rumusnya
BICARA soal matematika, pasti kamu langsung kebayang ama rumus-rumus yang banyak banget. Itu wajar karena kunci pelajaran matematika emang ada pada rumus itu sendiri. Jadi, kalo kamu berhasil menguasai rumus itu, pelajaran matematika jadi mudah dan menyenangkan.
“Bagi yang pengen pintar matematika, kunci utamanya adalah menguliti alias memahami secara total rumusnya. Sebab kalo rumus udah dikuasai secara maksimal, biarpun soal dibolak-balik tetap aja mudah dipecahkan. Ya karena rumusnya sudah dikuasai,”terang Pak Albastomi.
Masih banyaknya orang yang bingung memecahkan soal matematika saat ini, karena emang kebanyakan kurang memahami asal usul rumus untuk memecahkan soal yang dihadapinya. Jadi begitu soal sedikit saja dibalik orang itu akan langsung merasa bingung.
Selain senang mengutak-atik rumus, hal lain yang juga kudu kamu lakuin adalah selalu bertanya waktu menemukan kesulitan memecahkan rumus. Bisa tanya ama orang yang udah mahir matematika atau bisa juga lewat diskusi dengan teman.
“Kalo pengen pintar matematika ya harus suka ama pelajaran itu sendiri. Sebab, kalau udah nggak suka ama pelajarannya, gimana bisa memecahkan soal yang sangat butuh ketelatenan dan kejelian itu,”katanya.


Syaratnya Rajin Ikut Kompetisi
SELAIN kegemaran mengutak-atik rumus, sebenarnya ada resep lain yang bisa dijadikan jalan mewujudkan keinginan untuk lebih suka dengan pelajaran matematika. Yakni melalui ajang kompetisi.
Selain bisa mengasah kemampuan matematika yang kamu miliki, kompetisi bisa sekaligus jadi ajang pembuktian diri. Apalagi, kalo menang kamu bisa dapat hadiah. Seru kan?
Salah satu kompetisi yang bisa kamu ikuti adalah olimpiade matematika seperti yang baru digelar Batam Mathematics Club akhir pekan lalu.
Dengan cakupan peserta hingga se-Provinsi Kepri kamu bisa jadi lebih tertantang untuk membuktikan kemampuan kamu memecahkan persoalan matematika melalui rumus. Dan bonusnya, kalo menang, kamu-kamu bisa melanjutkan kompetisi hingga tingkat nasional atau bahkan internasional.
“Bila sering ikut kompetisi, biasanya orang akan termotivasi untuk lebih meningkatkan kemampuan. Selain itu, bagi yang memang hobi mengutak-atik soal matematika ada wadah yang bisa menampung hobi mereka yakni lewat kompetisi,”jelas Pak Albastomi yang juga dosen Universitas Riau Kepulauan (Unrika) ini.
Apalagi, soal-soal yang diberikan saat kompetisi semacam olimpiade matematika memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dengan soal yang biasa diberikan di sekolah. Meski sebenarnya rumus yang digunakan sama saja.
“Untuk memecahkan soal olimpiade tetap menggunakan rumus yang diberikan di sekolah. Hanya saja, karena rumus tersebut jarang diaplikasikan di sekolah kadang akan memberikan tingkat kesulitan yang berbeda tak seperti ketika harus memecahkan soal matematika di sekolah,”katanya.
Manfaat lain ikut dalam kompetisi adalah memperdalam kemampuan kapita selekta. Yakni penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari serta kemampuan menyerap materi baru atau materi yang belum pernah diajarkan di sekolah.